Usai Diberitakan Media Plafon Makam Balai Buntar Diperbaiki, Begini Penampakannya

Kamis 26-02-2026,14:10 WIB
Reporter : Azwin Pratama
Editor : rakyatbenteng

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Kontraktor pelaksana rehab makam Balai Buntar Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa merespon cepat pemberitaan kondisi terakhir bangunan yang alami kerusakan pada bagian plafon. Terpantau kemarin, Rabu 25 Februari 2026 plafon yang semula bolong sudah terpasang rapi. 

PPTK Dinas Dikbud Bengkulu Tengah, Freddy Binsar Lumban Toruan sebelumnya mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan kontraktor terkait laporan kerusakan bangunan makam. Freddy juga menyampaikan bahwa kerusakan terjadi akibat faktor alam.

BACA JUGA:Perihal Seragam Diduga Tidak Sesuai Spek Hingga Ditolak dan Dikembalikan Dinas, Penyedia Sebut

"Kerusakan bagian plafon makam balai buntar karena dihantam angin badai beberapa hari lalu. Pihak kontraktor sudah mengatakan bersedia untuk memperbaikinya besok (kemarin, red)," kata Freddy. 

Sementara perihal terkait tidak dilibatkaannya Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu Tengah dalam proses perehaban komplek pemakaman dimana terdapat makam Baginda Maharaja Sakti dan Permaisurinya Putri Gading Cempaka yang melegenda di Sumatera, ia menyampaikan pengusulan tersebut berdasarkan DPA Bidang Kebudayaan.

BACA JUGA:Dugaan Penyelewengan Dana Revitalisasi di Bengkulu Tengah Bergulir, Mantan Kepsek Ikut Dipanggil

"Kalau proses awal pengusulan kegaitan rehab makam itu masuk dalam DPA bidang Kebudayaan. Saya hanya pelaksana setelah DPA tersebut sudah jadi," tambahnya. 

Terpisah Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Bengkulu Tengah, M Yudi, S.E., menjelaskan dalam perehaban makam balai buntar sudah ditetapkan menjaga aspek kesejarahan dan kearifan lokal sebagaimana mestinya. Perehaban dilakukan hanya sebatas pergantian atap dan plafon serta cat ulang secara keseluruhan.

BACA JUGA:Gerakan Indonesia Asri Digulirkan, Pemda Bengkulu Tengah Bentuk Tim Khusus

"Perencanaan rehab balai buntar masuk ke dalam program pak Bupati dan Wakil Bupati, karena pada sebelumnya kondisi atap makam terlihat rusak parah. Dalam pengerjaannya tentu kami tidak mengesampingkan nilai - nilai sejarah dan kebudayaan. Hanya bagian atap saja dilakukan perbaikan dan dicat ulang secara keseluruhan," kata Yudi.(iza)

Tags :
Kategori :

Terkait