4. Kontol Kejepit
Nyeleneh, vulgar dan bikin geleng-geleng jika mendengar nama makanan satu ini. Tolpit atau kontol kejepit merupakan sebuah nama penganan khas dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika diartikan ke bahasa Indonesia tolpit berarti alat kelamin pria yang terjepit.
Konon nama ini berawal dari dari cara pembuatannya yang unik. Yaitu dengan cara harus dijepit, kalau tidak dijepit kue tersebut kurang menarik dan hanya seperti kue biasa.
Tolpit memiliki nama lain yakni kue adrem. Kue bertekstur padat namun kenyal serta manis yang menjadi favorit masyarakat untuk teman ngopi ataupun minum teh di sore hari tersebut dijuluki tolpit karena bentuknya terlihat menyerupai bagian skrotum alat kelamin pria.
Kue unik ini memiliki dua warna khas, hal ini dipengaruhi oleh penggunaan pemanis yang berbeda. Adrem yang berwarna warni memakai gula pasir sementara adrem berwarna coklat menggunakan gula merah.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan kue ini terdiri dari tepung beras, kelapa parut, dan juga gula merah atau gula pasir.
5. Sate Kere
Kuliner ini merupakan salah satu kuliner khas Kota Solo yang cukup populer di kalangan masyarakat.
Sate Kere merujuk pada kata “kere” atau dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti miskin atau tidak memiliki uang. Hal ini didasarkan pada zaman pendudukan Belanda, sate kere disantap oleh orang pribumi yang berasal dari kalangan tidak mampu.
Hal ini dikarenakan pada waktu itu bahan baku pembuatan sate seperti daging memiliki harga yang cukup tinggi. Sehingga rakyat pribumi pada waktu itu mengganti daging dengan ampas tahu atau tempe gembus, dan jeroan sebagai pengganti daging. Kemudian dari situlah penamaan sate kere muncul.
Meskipun sate ini dulunya merupakan makanan bagi kaum miskin atau tidak mampu, sekarang sate kere telah berubah menjadi makanan yang wajib disantap bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah Solo.(tim)