DISWAY AWARDS

210 Pelajar dari 6 Sekolah di Bengkulu Tengah Ikuti Pelatihan AI Ready ASEAN

210 Pelajar dari 6 Sekolah di Bengkulu Tengah Ikuti Pelatihan AI Ready ASEAN

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Implementasi Program Pelatihan AI Ready ASEAN yang digelar Mafindo Bengkulu pada Jumat 6 Februari 2026 berlangsung sukses dan mendapat respons positif dari pelajar maupun pihak sekolah. 

 

Sebanyak 210 pelajar dari enam satuan pendidikan di Kabupaten Bengkulu Tengah tampak antusias mengikuti pelatihan yang bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan dasar kecerdasan artifisial dan literasi digital.

 

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Gushevinalti. Enam sekolah yang terlibat dalam pelatihan tersebut yakni SMAN 1 Bengkulu Tengah, SMKN 2 Bengkulu Tengah, SMPN 1 Bengkulu Tengah, SMPN 10 Bengkulu Tengah, SMPN 13 Bengkulu Tengah, dan SMPN 14 Bengkulu Tengah.

 

BACA JUGA:Jalan Berlubang di Talang Empat Ancam Keselamatan, Pengendara Nyaris Celaka

BACA JUGA:Pemdes Harapan Sampaikan 9 Usulan di Musrenbangcam, Mayoritas Perbaikan Jalan Rusak

 

Sejumlah apresiasi disampaikan oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Karang Tinggi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. 

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Karang Tinggi, Maryono, SE, menyampaikan dukungannya terhadap program yang dinilai sejalan dengan upaya mencerdaskan generasi muda dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung pelatihan AI yang diselenggarakan oleh Mafindo Bengkulu. Melalui kegiatan ini, pelajar memperoleh manfaat luar biasa terkait pemanfaatan teknologi di era digitalisasi,” ujar Maryono. 

 

Senada dengan itu, Kepala SMKN 2 Bengkulu Tengah, Alpauzi Harianto, M.Pd, berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi. 

 

BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadan 2026

BACA JUGA:Apakah Mengirim Stiker Doa di WhatsApp Bernilai Ibadah?

 

“Kami berterima kasih kepada Mafindo Bengkulu yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat. Antusiasme siswa sangat tinggi. Diharapkan pengetahuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai penunjang proses pembelajaran,” kata Alpauzi.

 

Diketahui, AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan siap menghadapi perkembangan pesat teknologi kecerdasan artifisial. Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN dengan target menjangkau lebih dari 5,5 juta warga.

 

Di Indonesia, AI Ready ASEAN bekerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), di antaranya Mafindo, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras. Program ini menyasar siswa dan mahasiswa, pendidik, serta orang tua sebagai pendamping anak muda. 

 

BACA JUGA:Ombudsman Bengkulu Buka Layanan PVL On The Spot di Dukcapil Kabupaten Bengkulu Tengah

BACA JUGA:Tanpa Kehadiran Ketua dan Sekretaris DPC, Muswil X DPW PPP Bengkulu Tetap Bergulir

 

Syllabus AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi dasar AI melalui empat kategori utama, yakni Dasar AI, Penggunaan dan Implementasi AI, Etika, Privasi dan Keamanan AI, serta Pengajaran tentang AI. Peserta juga mendapatkan akses ke Learning Management System (LMS) melalui laman institute.mafindo.or.id untuk pembelajaran berkelanjutan.

 

Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti, M.Si menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai teknologi AI sekaligus memperkuat ketahanan terhadap disinformasi di ruang digital. 

 

“Kegiatan ini menargetkan para siswa agar lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja masa depan yang semakin terintegrasi dengan teknologi otomasi,” ungkapnya.

 

BACA JUGA:Saksikan! Pelajar SMPN 9 Bengkulu Tengah Bakal Suguhkan Tembang Tradisi di Malam Minggu Berbinar

BACA JUGA:Masyarakat Minta Program Malam Berbinar Hadirkan Dialog Langsung dengan Pejabat

 

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek kecanggihan teknologi, tetapi juga etika dan keamanan informasi.

 

“Di era sekarang, menjadi cakap teknologi saja tidak cukup. Siswa harus memiliki kemampuan kritis untuk membedakan mana inovasi dan mana manipulasi,” tegas Gushevinalti.

 

 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan tim trainer berpengalaman di bidang komunikasi dan teknologi, di antaranya Dani Fazli, Muhammad Krisno, Mika Oktarina, dan Rafinita Aditia, serta dipandu oleh Aldila V Utami. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi, salah satunya Muhammad Bintang Ayyata Alfarisi yang mengajukan pertanyaan terkait dampak penggunaan AI terhadap dunia jurnalisme.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: