DISWAY AWARDS

Rencana Pembentukan UPZ Desa, Ketua Forum Kades Semidang Lagan Angkat Bicara

Rencana Pembentukan UPZ Desa, Ketua Forum Kades Semidang Lagan Angkat Bicara

--

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkulu Tengah berencana membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa sebagai upaya memperkuat pengelolaan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Program ini direncanakan untuk mendukung berbagai kebutuhan sosial, termasuk penanganan korban bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

UPZ nantinya akan dibentuk secara terorganisir di desa dengan struktur kepengurusan yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara. Melalui sistem tersebut, Baznas berharap pengumpulan dan penyaluran ZIS dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

BACA JUGA:Kondisi Gelap di Malam Hari, Delapan Desa di Pondok Kelapa Usulkan Lampu Jalan

Namun, rencana penerapan UPZ di desa mendapat tanggapan dari kalangan kepala desa. Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Semidang Lagan, Paisal Asuwan, menilai pembentukan UPZ berpotensi menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Saya rasa penerapan UPZ di desa bakal sedikit sulit jika melihat kondisi dan situasi yang ada saat ini,” ujar Paisal.

Ia menjelaskan, hingga kini masih terdapat sejumlah hal yang belum dipahami secara menyeluruh oleh pemerintah desa, terutama terkait aturan dan mekanisme pelaksanaan UPZ. Menurutnya, kejelasan regulasi menjadi hal mendasar sebelum program tersebut diterapkan.

BACA JUGA:Tagihan Listrik Bengkak Jadi Alasan Sekolah Tak Nyalakan Lampu Berbinar

“Kami juga belum memahami secara pasti bagaimana sistemnya, apa keuntungannya, bagaimana cara dan alurnya. Mungkin nanti akan disampaikan terlebih dahulu oleh Baznas, kemudian diturunkan ke kecamatan, baru ke desa-desa,” tambahnya.

Meski demikian, Paisal mengungkapkan bahwa pada prinsipnya praktik gotong royong dan kepedulian sosial yang serupa dengan konsep UPZ telah lama dijalankan di desanya. Setiap terjadi musibah, pemerintah desa bersama masyarakat secara swadaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Di desa kami, pola seperti itu sudah lama berjalan. Ketika ada warga yang tertimpa musibah, kami bersama masyarakat bertanggung jawab membantu, mulai dari kebutuhan pemakaman hingga hari ketiga, termasuk menyiapkan bahan pokok untuk keluarga yang terkena musibah,” pungkas Paisal.(one)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: