Abrasi Mengancam Permukiman, Camat Pondok Kelapa Serukan Kolaborasi Penanganan
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Upaya penanganan abrasi pantai dan sungai di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan. Hal ini menyusul peninjauan lapangan yang dilakukan Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu ke sejumlah titik abrasi.
Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir dan aliran sungai, sekaligus mencari solusi konkret dalam upaya pencegahan. Permasalahan abrasi dinilai membutuhkan penanganan serius dengan dukungan anggaran yang tidak sedikit serta keterlibatan lintas sektor.
BACA JUGA:Abrasi Ancam Pemukiman dan Jalur Bengkulu–Sumbar, DPRD Provinsi Turun Langsung ke Pondok Kelapa
Camat Pondok Kelapa, Ridulima, S.Sos., A.Kp., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD dan pemerintah provinsi terhadap kondisi wilayahnya. Ia menegaskan bahwa penanganan abrasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak.
“Penanganan abrasi di Kecamatan Pondok Kelapa tentu membutuhkan koordinasi semua pihak. Dibutuhkan anggaran yang cukup besar dan kerja sama lintas instansi agar pencegahan abrasi dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Ridulima.
Ia menambahkan, abrasi yang terjadi saat ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir dan bantaran sungai.
BACA JUGA:Perempuan Desa Pondok Kelapa Jalan Kaki Bersama DPRD, Suarakan Krisis Abrasi Pesisir
“Harapan kami, upaya penanggulangan abrasi ini dapat segera direalisasikan karena menyangkut keselamatan masyarakat. Jika terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas,” tegasnya.
Selain Desa Pondok Kelapa, pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap abrasi yang terjadi di Desa Pekik Nyaring. Di wilayah tersebut, abrasi tidak hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga kawasan penangkaran penyu yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Pengikisan tanah akibat abrasi dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang lebih besar apabila tidak segera ditangani secara terpadu. Pemerintah kecamatan pun berharap langkah-langkah konkret hasil peninjauan lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.(iza)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
