Dana Desa Menyusut Drastis, Desa Semidang Hanya Dapat Rp220 Juta Tahun
Kepala Desa Semidang, Doni Martono–--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Desa Semidang, Kecamatan Semidang Lagan kembali mencatatkan diri sebagai penerima pagu Dana Desa (DD) terkecil di Kabupaten Bengkulu Tengah pada tahun anggaran 2026.
Tahun ini, Desa Semidang hanya memperoleh alokasi dana sebesar Rp220 juta, jauh menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Pada tahun sebelumnya, Desa Semidang sempat menerima Dana Desa sekitar Rp580 juta. Namun, pemangkasan anggaran yang terjadi pada 2026 membuat desa tersebut harus menerima kenyataan dengan pagu terendah, bahkan berada di bawah desa lain yang rata-rata memperoleh alokasi di atas Rp250 juta.
BACA JUGA:Pemdes Harapan Sampaikan 9 Usulan di Musrenbangcam, Mayoritas Perbaikan Jalan Rusak
Kepala Desa Semidang, Doni Martono, mengungkapkan bahwa penurunan Dana Desa tersebut berdampak langsung pada rencana pembangunan desa. Ia memastikan pada tahun ini hampir tidak ada kegiatan pembangunan fisik yang dapat dilaksanakan.
“Dengan kondisi anggaran seperti ini, bisa dipastikan tidak ada dana untuk pembangunan. Hampir seluruh Dana Desa akan dialokasikan untuk kegiatan earmark sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini,” ujar Doni.
Menurut Doni, dampak pemangkasan Dana Desa tidak hanya dirasakan pada sektor pembangunan, tetapi juga berpengaruh terhadap program bantuan sosial, khususnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).
BACA JUGA:Saksikan! Pelajar SMPN 9 Bengkulu Tengah Bakal Suguhkan Tembang Tradisi di Malam Minggu Berbinar
“BLT Dana Desa pasti ikut berkurang. Tahun 2025 kemarin jumlahnya 14 KPM. Untuk tahun ini belum ditetapkan karena masih menunggu Musyawarah Desa dan proses penetapan,” jelasnya.
Meski demikian, Doni menegaskan bahwa pemerintah desa memilih bersikap legowo dan mengikuti seluruh kebijakan serta regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Kalau memang aturannya seperti itu dari pusat, kami ikut saja. Kami legowo, karena bukan hanya Desa Semidang yang mengalami pemangkasan, desa-desa lain juga merasakan hal yang sama,” tutup Doni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
