Pimpin Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026, Kapolda Bengkulu Beri Penghargaan kepada Polres Berprestasi
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., memimpin langsung Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026 Polda Bengkulu dan Polres/ta jajaran pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Endra Dharmalaksana Polresta Bengkulu mulai pukul 08.30 WIB ini bertujuan menganalisa dan mengevaluasi kinerja Polda Bengkulu selama triwulan pertama sekaligus menjadi pedoman pelaksanaan tugas ke depan.
Gelar operasional dihadiri Irwasda Polda Bengkulu, para pejabat utama Polda, Kapolres/ta jajaran, Kabag Ops, Wakapolres/ta, serta PJU Polres/ta dan Polresta Bengkulu. Sejumlah Kapolsek juga mengikuti kegiatan melalui sarana zoom meeting.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bengkulu menyerahkan piagam penghargaan kepada satuan kerja dengan pencapaian terbaik dan terendah dalam beberapa operasi kepolisian.
Untuk Ops Keselamatan Nala Tahun 2026, penghargaan pencapaian terbaik diberikan kepada Satgas Operasi Polres Kaur dengan capaian Satgas Preemtif 491 giat, Satgas Preventif dan Banops 346 giat, serta Satgas Gakkum 458 giat. Sementara pencapaian terendah diberikan kepada Satgas Operasi Polres Mukomuko.
Pada Ops Pekat Nala I Tahun 2026, Satgas Operasi Polda Bengkulu meraih penghargaan pencapaian tertinggi dengan rincian Subsatgas Dit Resnarkoba 2 kasus/LP, Dit Reskrimsus 4 kasus/LP, dan Dit Reskrimum 6 kasus/LP atau sebesar 83,33%. Sedangkan pencapaian terendah diterima Satgas Operasi Polres Bengkulu Tengah dengan 1 kasus atau 16%.
Untuk Ops Pekat Nala II Tahun 2025, penghargaan pencapaian terbaik diberikan kepada Satgas Operasi Polres Seluma dengan pengungkapan target operasi 14 kasus, non target operasi 13 kasus, penerbitan laporan polisi 5 kasus dan sidik 5 kasus. Pencapaian terendah diraih Satgas Operasi Polres Lebong.
Kapolda juga memberikan penghargaan atas pemenuhan target penanaman jagung kuartal I Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 di Polda Bengkulu kepada Polres Bengkulu Utara.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Pejabat Utama Polda Bengkulu serta para Kapolres jajaran yang telah bekerja dengan baik dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Bengkulu,” ungkap Irjen Mardiyono melansir dari tribratanews.bengkulu.polri.go.id.
Kapolda menyebut, gelar operasional ini merupakan momen penting untuk melakukan evaluasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi ke depan.
“Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Bengkulu pada Triwulan I Tahun 2026 masih dalam keadaan aman dan terkendali. Namun demikian, berbagai dinamika dan potensi kerawanan tetap perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Salah satu atensi utama adalah prediksi fenomena El Nino ekstrem atau “El Nino Godzilla” yang diperkirakan mencapai puncak pada musim kemarau Agustus 2026.
“Kondisi ini berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan produksi pangan, serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” ujar Kapolda.
“Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu risiko penyakit seperti ISPA, dehidrasi, heatstroke, dan diare akibat keterbatasan air bersih. Oleh karena itu, saya menekankan agar seluruh jajaran melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini melalui upaya preemtif dan preventif, termasuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Koordinasi dan sinergitas dengan TNI, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait juga harus terus diperkuat,” tambah Kapolda.
Terkait dinamika global Kapolda mengungkapkan dampaknya sudah dirasakan di daerah. Kenaikan harga energi dan BBM, gangguan rantai pasok, serta tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
“Kondisi ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, meningkatkan biaya operasional perusahaan, dan memicu efisiensi usaha yang berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” jelasnya.
“Di sisi lain, dampak global juga mulai dirasakan di daerah, salah satunya kenaikan harga plastik di Kota Bengkulu hingga dua kali lipat. Kondisi ini berpengaruh terhadap pedagang, usaha kecil, dan daya beli masyarakat, yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial,” lanjutnya.
Kapolda seterusnya meminta Intelkam dan Binmas melakukan monitoring harga, deteksi dini, dan penguatan komunikasi dengan masyarakat serta Pemda.
“Lakukan pemetaan sektor usaha yang rentan terdampak, monitoring potensi PHK, serta antisipasi munculnya gejolak sosial akibat meningkatnya pengangguran,” tegas Kapolda.
Mengenai integritas, Kapolda mengingatkan kasus viral di Sumbawa Barat dan Jambi.
“Kedua peristiwa tersebut telah mencederai rasa keadilan masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Hal seperti ini jangan sampai terjadi di wilayah hukum Polda Bengkulu. Saya tekankan, laksanakan tugas sesuai prosedur, junjung tinggi hukum, dan jaga kehormatan institusi. Tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak luput dari atensi Kapolda, yang mana ia meminta dilakukan pengawasan ketat.
“Berdasarkan informasi di lapangan, di Kabupaten Bengkulu Tengah terdapat kejadian yang menjadi perhatian, yaitu dugaan makanan tidak layak konsumsi serta laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi MBG,” ungkapnya.
“Pastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan prosedur yang telah ditetapkan, serta lakukan evaluasi dan tindakan korektif secara cepat apabila ditemukan permasalahan di lapangan. Pastikan program ini berjalan dengan baik, bersih, dan aman.”ujar Kapolda
Menghadapi agenda nasional dalam Operasi Aman Nusa I, Kapolda menegaskan agar seluruh jajaran memahami rencana kontinjensi, meningkatkan kesiapan operasional, serta melaksanakan pengamanan secara profesional, humanis, dan proporsional.(red)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: