Indonesia Dipercaya Jadi Tuan Rumah ISC ke-3, DPD RI Bawa Aspirasi Daerah ke Panggung Dunia
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID- Indonesia melalui Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Inter-Parliamentary Speakers’ Conference (ISC) ke-3.
Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam pertemuan para pimpinan parlemen negara peserta ISC ke-2 di Phnom Penh, Kamboja.
Keputusan tersebut kemudian dituangkan dalam Phnom Penh Declaration dan diumumkan secara resmi di hadapan peserta konferensi yang diikuti pimpinan parlemen dari 40 negara.
BACA JUGA:Aktivis LSM MPHB Beri Pesan Menohok Terkait Gedung RSD Jadi 'Rumah' Burung Sriti
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyambut baik kepercayaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah ISC pada penyelenggaraan berikutnya.
“Alhamdulillah, kita dipercaya jadi tuan rumah tahun depan,” ujar Sultan kepada media seusai acara.
Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah sebelumnya dibahas dalam pertemuan para pimpinan parlemen negara peserta.
Setelah seluruh peserta menyepakati Indonesia secara aklamasi, keputusan tersebut kemudian diumumkan Presiden Senat Kamboja sekaligus mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, dalam forum ISC ke-2.
BACA JUGA:Proyek Rp61 Juta Tahun 2024 Hingga 2026 Belum Dibayar, Begini Penjelasan Dinas Dikbud
BACA JUGA:Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur Sejak Tahun 2022, Ayah Tiri Diamankan Polisi
Bagi DPD RI, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ISC ke-3 merupakan bentuk kepercayaan parlemen dunia sekaligus capaian penting dalam diplomasi parlemen Indonesia.
Penyelenggaraan forum tersebut juga dinilai menjadi pengakuan terhadap peran dan eksistensi DPD RI sebagai lembaga representasi kewilayahan dalam sistem demokrasi Indonesia.
Kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus peluang strategis bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun dialog dan kerja sama antarparlemen dunia.
BACA JUGA:Sempat Melawan dengan Sajam, Pelaku Curanmor Dua TKP di Bengkulu Tengah Berhasil Ditangkap
BACA JUGA:RSD Sungai Lemau Dipenuhi Sarang Burung, Aktivis LSM Minta Bupati Evaluasi Direktur
Berbagai isu lokal, nasional hingga internasional yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan daerah dapat dibawa ke dalam forum tersebut.
Melalui ISC, Indonesia memiliki ruang untuk memperkuat diplomasi parlemen dalam mendorong perdamaian, kepatuhan terhadap hukum internasional, kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan.
Prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan Indonesia juga dinilai dapat menjadi modal dalam membangun dialog dan memperkuat multilateralisme.
BACA JUGA:Kolaborasi Shopee 9.9 x Naykilla & Tenxi Makin Viral, Ribuan Video Ramaikan Media Sosial
BACA JUGA:Retribusi Parkir di Bengkulu Tengah Ditarget Rp62,2 Juta, Dishub Ingatkan Pengendara Minta Karcis
ISC ke-3 nantinya tidak hanya menjadi forum diplomasi parlementer, tetapi juga ruang mempertemukan berbagai perspektif negara dalam mencari titik temu terhadap persoalan global yang semakin kompleks.
Di tengah ketidakpastian global, kebutuhan terhadap ruang dialog dan kerja sama antarnegara semakin penting.
Parlemen memiliki peran strategis dalam memastikan aspirasi masyarakat, kepentingan perdamaian, keadilan dan keberlanjutan menjadi bagian dari agenda bersama.
Bagi DPD RI, penyelenggaraan ISC ke-3 di Indonesia juga memiliki makna tersendiri. Selama ini diplomasi parlemen Indonesia lebih banyak direpresentasikan oleh DPR RI.
BACA JUGA:Izin Pasar Harian Taba Nauli Belum Jelas, Disperindagkop Sebut Belum Ada Koordinasi Pengelola
BACA JUGA:Dipenuhi Sarang Burung Sriti, Kehigienisan RSD Sungai Lemau Kebanggaan Bengkulu Tengah Diragukan
Sebagai lembaga yang mewakili kepentingan daerah, DPD RI ingin membawa perspektif kewilayahan dan keberagaman Indonesia ke dalam percakapan global.
Sultan menilai berbagai tantangan global tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat di daerah.
Persoalan seperti perubahan iklim, ketimpangan pembangunan, kesejahteraan masyarakat hingga keberlanjutan lingkungan merupakan isu yang memiliki dimensi kewilayahan.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keberagaman wilayah, masyarakat, budaya dan potensi sumber daya memiliki pengalaman dalam merawat persatuan di tengah perbedaan.
BACA JUGA:Terlalu! Oknum Guru di SDN Bengkulu Tengah Ini Dikabarkan Jarang Ngantor
BACA JUGA:Update Jumlah Penduduk Bengkulu Tengah Semester 1 Tahun 2026, Bertambah 766 Jiwa
Modal tersebut dinilai penting untuk menghadirkan forum yang membuka ruang dialog, membangun saling pengertian dan memperkuat kerja sama antarnegara.
ISC sendiri merupakan forum yang mempertemukan para pimpinan parlemen berbagai negara untuk membangun dialog mengenai isu-isu strategis dunia, termasuk perdamaian, hukum internasional, kesejahteraan, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan menjadi tuan rumah ISC ke-3, Indonesia memiliki kesempatan memperkuat diplomasi parlemen sekaligus membawa perspektif negara kepulauan dan aspirasi daerah ke panggung global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: