Buktikan Keseriusan, Dewan Agendakan Pertemuan dengan Direksi RSD Sungai Lemau pada
Fepi Suheri, Ketua DPRD Bengkulu Tengah----
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Aksi pembasmian sarang burung sriti di gedung RSD Sungai Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah yang mencoba diviralkan lewat video yang diunggah dari akun pribadi Ida Riyani, tidak lain Direktur RSD diduga sebagai balasan atas kritikan demi kritikan sebelumnya melalui media lokal tak lantas menyurutkan rencana semula anggota DPRD memanggil pihak direksi.
Disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, dari sekretariat sudah mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Direksi RSD pada Senin, 14 September 2026.
"Sudah diagendakan oleh staf, hari senin nanti pertemuan dengan Direktur Rumah Sakit dan jajaran di kantor dewan. Insya Allah semoga tidak ada halangan. Tentu dalam pertemuan nanti kita akan pertanyakan berbagai permasalahan baik itu laporan masyarakat langsung ke kami juga berdasarkan berita media. Ya ditunggu saja hari senin," ungkap Fepi.
BACA JUGA:Polisi Limpahkan Tersangka Dugaan Penggelapan di Padang Betuah ke Jaksa
BACA JUGA:Heboh Ketua DPC PPP Benteng Merangkap Kepala PAUD, GOLBE dan Gerakan Lima Kamis Pertanyakan
Sebelumnya, Pemkab melalui Dinas Kesehatan terkesan membela Ida terkait sorotan tajam sejumlah pihak yang diarahkan padanya akhir-akhir ini seputar kebersihan dan pelayanan.
Disampaikan Kepala Dinkes, Barti Hasibuan bahwa dirinya memberi apresiasi terhadap Ida yang dinilainya responsif.
Barti mengungkapkan bahwa keberadaan sarang sriti tersebut sudah sejak lama, dari sejak RSD belum dipimpin Ida.
Dan upaya pembasmian juga kerap dilakukan namun tak berapa lama berselang burung kembali datang dan membuat sarang.
BACA JUGA:Bantu Kebutuhan Dasar Lansia, Pemdes Nakau Tuntaskan Penyaluran BLT Dana Desa Bulan September
BACA JUGA:Antisipasi Sebaran Debu Anak Krakatau, Dinkes Bengkulu Tengah Pastikan Stok Masker Aman
"Iya, sebenarnya usaha untuk mengusir burung sriti dan memebersihkan kotorannya sudah dari masa direktur-direktur sebelumnya, tapi memang setelah dibersihkan burungnya datang lagi dan bersarang lagi. Saya sangat mengapresiasi upaya dari direktur yang sekarang, merespon dengan cepat kritikan yang disampaikan," terang Barti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: