Masuk Top 15 Nasional Desa Cantik 2026, Bupati Rachmat Tinjau Kesiapan Desa Rindu Hati

Masuk Top 15 Nasional Desa Cantik 2026, Bupati Rachmat Tinjau Kesiapan Desa Rindu Hati

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., melakukan kunjungan kerja ke Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, pada Selasa (8/9/2026).

 

Kunjungan ini dilakukan guna meninjau secara langsung kesiapan desa setempat dalam mengikuti tahapan penilaian Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tingkat Nasional Tahun 2026.

 

Selain melihat persiapan teknis penilaian, Bupati Rachmat memantau penerapan digitalisasi layanan publik dan pengelolaan data kependudukan berbasis teknologi yang dikembangkan melalui pembinaan rutin Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Tengah.

 

BACA JUGA:Realisasi Retribusi Daerah Bengkulu Tengah Baru Capai 22,86 Persen, Sektor Parkir dan Jasa Usaha Masih Minim

BACA JUGA:Tak Ladeni Konfirmasi Wartawan, Direktur RSD Bagikan Video Pembasmian Sarang Burung di Medsos

 

Kedatangan Bupati disambut hangat oleh Sekretaris Desa Rindu Hati beserta jajaran perangkat desa.

 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Bengkulu Tengah, Dr. Apileslipi, S.Kom., M.Si., CHRM., Kepala BPS Bengkulu Tengah, Cornelius, S.S., M.M., serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor meliputi Diskominfotik, Bappeda, Dinas PMD, Dinas Pariwisata, dan Disperindag.

 

Dalam arahannya, Bupati Rachmat menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Desa Rindu Hati yang sukses menembus peringkat 15 besar nasional sementara.

 

BACA JUGA:Pesisir Terancam Abrasi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa

BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bupati Bengkulu Tengah Imbau Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan

 

Capaian ini meneruskan tren positif Kabupaten Bengkulu Tengah setelah sebelumnya Desa Nakau berhasil menembus 12 besar nasional pada ajang serupa.

 

"Prinsip kita membangun Bengkulu Tengah adalah membangun dari bawah, dan itu dimulai dari desa. Posisi atau peringkat bukanlah hal yang paling utama, melainkan bagaimana semangat dan inovasi tata kelola data di Desa Rindu Hati ini mampu menular serta menjadi percontohan bagi 142 desa dan satu kelurahan lainnya di Bengkulu Tengah," tegas Rachmat.

 

Rachmat menyoroti pentingnya keberadaan situs web dan aplikasi layanan mandiri yang dimiliki Desa Rindu Hati.

 

Sistem tersebut tidak hanya menyajikan data kependudukan secara transparan, tetapi juga memuat hasil pendataan kuesioner kondisi fisik rumah warga yang akurat sebagai pangkalan data penerima program bantuan bedah rumah.

 

BACA JUGA:Realisasi Pajak Daerah Bengkulu Tengah Tembus Rp19 Miliar per Agustus 2026

BACA JUGA:Kadis Dikbud Ingatkan (Lagi) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi di Benteng Patuhi Juknis dan Regulasi

 

"Saya adalah orang yang sangat percaya pada kekuatan data. Setiap kebijakan pemerintah harus didasari oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar penyampaian lisan. Penggunaan data di Desa Rindu Hati ini adalah contoh konkret pemanfaatan teknologi yang sangat baik dan tepat sasaran," tambahnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Desa Rindu Hati menjelaskan bahwa pembinaan intensif bersama BPS telah berjalan selama 4 hingga 5 bulan.

 

Hasilnya, desa memiliki basis data komprehensif mengenai kondisi riil masyarakat, seperti struktur kependudukan hingga indikator kualitas hunian warga.

 

BACA JUGA:Permohonan Rekomendasi PT. BLP Tak Digubris, Kades Linggar Galing Singgung Permintaan Warga Tak Dipenuhi

BACA JUGA:PAW Kepengurusan PGRI Pondok Kubang, Micke Oktariana Jadi Ketua

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Tengah, Cornelius, S.S., M.M., menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang konsultasi dan pendampingan statistik bagi seluruh pemerintah desa dan masyarakat yang ingin mengembangkan sistem data wilayahnya.

 

Di akhir kunjungannya, Bupati Rachmat menyempatkan diri mencicipi produk unggulan UMKM setempat yakni "Bapak Kopi Rindu Hati", produk olahan kopi Robusta khas daerah.

 

Ia mengajak masyarakat luas untuk berkunjung ke Desa Rindu Hati untuk menikmati keasrian alam desa sekaligus mencicipi hasil komoditas kopi lokal yang berkualitas.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: