Tak Ladeni Konfirmasi Wartawan, Direktur RSD Bagikan Video Pembasmian Sarang Burung di Medsos
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Kritikan demi kritikan yang disuarakan melalui media harian lokal Bengkulu Tengah terkait penemuan banyaknya sarang burung sriti di gedung RSD Sungai Lemau akhirnya menggerakkan pihak RSD melakukan kebersihan.
Berdasarkan video berjudul "pembasmian hama sriti RS Benteng" kiriman pembaca setia yang diterima redaksi sore kemarin, Selasa 8 September 2026 memperlihatkan kondisi plafon, dinding dan beberapa sudut gedung yang sudah bersih dari sarang.
Pada video selanjutnya tampak sejumlah petugas yang sedang sibuk bekerja.
BACA JUGA:Pesisir Terancam Abrasi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa
BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bupati Bengkulu Tengah Imbau Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan
Belum diketahui jelas kapan pembersihan atau pembasmian sarang sriti tersebut dilaksanakan. Sebab hingga berita ini diturunkan kembali Direktur RSD, Ida Riyani tidak meladeni upaya konfirmasi awak media.
Sebaliknya, dari penelusuran awak media, kedua video tersebut sudah beredar di platform medsos TikTok.
Diunggah oleh akun dengan nama direktur yang diduga akun pribadinya, bukan dari akun resmi RSD Sungai Lemau.
Ada yang menarik dari caption di salah satu video, dimana caption tersebut menyiratkan makna mendalam diduga diperuntukkan bagi pihak-pihak yang memprotes dengan mengabaikan proses.
BACA JUGA:Realisasi Pajak Daerah Bengkulu Tengah Tembus Rp19 Miliar per Agustus 2026
"Semua butuh proses bukan protes" bunyi caption. Tidak diketahui protes di sini dalam hal apa, apakah protes terkait kondisi gedung RSD yang sebelumnya dipenuhi oleh sarang burung ataukah protes hal lainnya.
Kadis Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan ternyata sempat risih dan memberi teguran kepada direksi RSD untuk membersihkan sarang burung sriti.
Hal ini disampaikan Barti kepada wartawan saat dihubungi kemarin, Selasa 8 September 2026.
BACA JUGA:PAW Kepengurusan PGRI Pondok Kubang, Micke Oktariana Jadi Ketua
BACA JUGA:Golbe Soroti Pelantikan BPD Margo Mulyo dan Taba Jambu Terkesan Lamban
Barti mengungkapkan bahwa keberadaan sarang sriti tersebut sudah sejak lama, dari sejak RSD belum dipimpin Ida.
Dan upaya pembasmian juga kerap dilakukan namun tak berapa lama berselang burung kembali datang dan membuat sarang.
"Iya, sebenarnya usaha untuk mengusir burung sriti dan memebersihkan kotorannya sudah dari masa direktur-direktur sebelumnya, tapi memang setelah dibersihkan burungnya datang lagi dan bersarang lagi. Saya sangat mengapresiasi upaya dari direktur yang sekarang, merespon dengan cepat kritikan yang disampaikan," terang Barti.
BACA JUGA:Beras Bapang Juli-September Cair, 41 KPM Desa Semidang Terima Bantuan
BACA JUGA:Tak Puas dengan Penjelasan Dinas, Kontraktor Isyaratkan Bawa ke Ranah Hukum
"Saya sendiri juga sebenarnya sudah beberapa kali menegur, karena memang benar keberadaan burung sriti tersebut sangat mengganggu kenyamanan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: