Pesisir Terancam Abrasi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa

Pesisir Terancam Abrasi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Ancaman abrasi yang terus membayangi kawasan pesisir menjadi perhatian Gerakan Pecinta Alam (GPA) Gendong Adventure.

 

Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-11, komunitas pecinta alam tersebut mengambil langkah nyata dengan menanam 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pantai Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu 6 September 2026.

 

Mengusung tema “Dalam Kebersamaan Kita Tumbuh, Dalam Etika Kita Berkarya untuk Alam”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan hari jadi organisasi.

 

BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bupati Bengkulu Tengah Imbau Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan

BACA JUGA:Realisasi Pajak Daerah Bengkulu Tengah Tembus Rp19 Miliar per Agustus 2026

 

Penanaman mangrove menjadi bentuk kepedulian GPA Gendong Adventure terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya memperkuat perlindungan alami kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., jajaran Kodim, perwakilan Kapolda Bengkulu melalui Direktur Samapta Polda Bengkulu, Kapolres Bengkulu Tengah, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, sejumlah kepala OPD terkait, camat dan kepala desa, Ketua Umum GPA Gendong Adventure, perwakilan komunitas pecinta alam se-Provinsi Bengkulu, tokoh masyarakat Desa Pondok Kelapa dan Desa Sungai Lemau, serta anggota GPA Gendong Adventure.

 

Ketua Umum GPA Gendong Adventure mengatakan Harlah ke-11 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perjalanan organisasi bukan hanya soal bertambahnya usia, tetapi juga tentang semakin kuatnya komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

 

BACA JUGA:Kadis Dikbud Ingatkan (Lagi) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi di Benteng Patuhi Juknis dan Regulasi

BACA JUGA:Permohonan Rekomendasi PT. BLP Tak Digubris, Kades Linggar Galing Singgung Permintaan Warga Tak Dipenuhi

 

“Harlah ke-11 bukan sekadar penanda usia, melainkan bukti pendewasaan, ketangguhan dan keteguhan komitmen kita untuk terus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

 

Ia menilai kondisi kawasan pesisir Desa Pondok Kelapa, khususnya Dusun II, perlu mendapatkan perhatian serius.

 

Wilayah tersebut dinilai berada dalam kondisi geografis yang rentan karena menghadapi ancaman dari laut sekaligus persoalan lingkungan di kawasan aliran Sungai Lemau.

 

Di sisi laut, masyarakat menghadapi ancaman kenaikan permukaan air, hantaman gelombang, hingga abrasi yang berpotensi menggerus daratan.

 

BACA JUGA:PAW Kepengurusan PGRI Pondok Kubang, Micke Oktariana Jadi Ketua

BACA JUGA:Golbe Soroti Pelantikan BPD Margo Mulyo dan Taba Jambu Terkesan Lamban

 

Sementara itu, kawasan yang berhadapan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Lemau juga menghadapi persoalan erosi dan sedimentasi.

 

“Kondisi yang diapit oleh ancaman laut dan pesisir sungai ini membuat abrasi serta hilangnya daratan bukan lagi sekadar cerita jauh, melainkan kenyataan yang setiap hari mengetuk pintu rumah kita,” katanya.

 

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat hanya disikapi dengan menunggu pemerintah mengambil tindakan.

 

Diperlukan keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kawasan yang menjadi ruang hidup bersama.

 

BACA JUGA:Beras Bapang Juli-September Cair, 41 KPM Desa Semidang Terima Bantuan

BACA JUGA:Tak Puas dengan Penjelasan Dinas, Kontraktor Isyaratkan Bawa ke Ranah Hukum

 

“Kita tidak bisa terus diam dan hanya menjadi penonton saat tanah kelahiran kita perlahan tergerus dan ruang hidup kita terancam sirna. Maka dari itu, hari ini kita tidak hanya sekadar berkumpul untuk merayakan ulang tahun. Kita hadir di sini untuk menjawab panggilan alam,” tegasnya.

 

Penanaman 1.000 bibit mangrove Rhizophora diharapkan menjadi langkah awal membangun perlindungan alami bagi pesisir Desa Pondok Kelapa.

 

Selain membantu mengurangi dampak abrasi, keberadaan mangrove juga diharapkan dapat menjaga ekosistem pesisir dan menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis biota.

 

BACA JUGA:Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Hutama Karya Diskon Tarif Tol Bengkulu–Taba Penanjung 10 Persen

BACA JUGA:Jalan Menuju Desa Paku Haji Terancam Amblas, Kepedulian PLTA Musi Disorot

 

“Melalui penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ini, kita sedang membangun sebuah benteng kehidupan. Setiap bibit yang kita tanam di atas lumpur pesisir ini adalah doa dan harapan yang kita tancapkan,” ungkapnya.

 

Ia berharap mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan tidak selesai setelah seluruh bibit ditanam.

 

“Harapan saya sangat sederhana, mari kita kawal bersama bibit-bibit yang kita tanam hari ini. Menanam adalah langkah awal yang luar biasa, tetapi memastikannya dan merawatnya hingga tumbuh kokoh adalah janji kita pada generasi penerus,” ujarnya.

 

Ia pun berharap 1.000 bibit mangrove tersebut kelak menjadi warisan hijau yang terus memberikan perlindungan bagi kawasan pesisir Desa Pondok Kelapa.

 

BACA JUGA:Hampir Terperosok Akibat Lubang Jembatan Desa Bukit, Helm Pedagang Es Krim Jatuh ke Sungai

BACA JUGA:Dewi Anggraini Pensiun, Khairul Saleh Ditunjuk Jadi Plt Camat Pagar Jati

 

“Semoga 1.000 bibit mangrove ini menjadi warisan hijau yang terus menjaga Desa Pondok Kelapa hingga bertahun-tahun ke depan. Mari kita terus bergerak untuk bumi, untuk desa dan untuk masa depan kita bersama,” tutupnya.

 

Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., mengapresiasi aksi nyata yang dilakukan GPA Gendong Adventure.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian komunitas pecinta alam terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.

 

BACA JUGA:BLT DD Juli-Agustus Cair, 11 KPM Bajak III Terima Rp400 Ribu

BACA JUGA:251 Kasus Stunting Masih Terjadi di Bengkulu Tengah, TPPS Bahas Strategi Eliminasi

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada GPA Gendong Adventure. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Semangat komunitas pecinta alam seperti ini patut kita dukung dan terus dikembangkan,” ujar Rachmat.

 

Ia menilai mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

 

Keberadaan tanaman tersebut juga dapat membantu melindungi kawasan pantai dari abrasi sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.

 

Rachmat menegaskan, upaya menjaga lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

 

Seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran agar program pelestarian lingkungan dapat memberikan hasil yang berkelanjutan.

 

BACA JUGA:Indonesia Dipercaya Jadi Tuan Rumah ISC ke-3, DPD RI Bawa Aspirasi Daerah ke Panggung Dunia

BACA JUGA:Bupati-Wabup Sambangi Kajari Momentum HUT ke-81 Kejaksaan: Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Bengkulu Tengah

 

“Yang paling penting setelah menanam adalah merawat dan menjaga tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan baik. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

 

Ia berharap kegiatan penanaman mangrove tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka Harlah GPA Gendong Adventure.

 

Pemeliharaan dan pengawasan terhadap bibit yang telah ditanam harus dilakukan secara bersama-sama.

 

“Hari ini kita menanam mangrove, tetapi sesungguhnya kita sedang menanam harapan, menjaga masa depan, dan mewariskan alam yang lebih baik untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Kelapa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GPA Gendong Adventure serta seluruh pihak yang telah memilih kawasan pantai desanya sebagai lokasi penanaman mangrove.

 

BACA JUGA:Aktivis LSM MPHB Beri Pesan Menohok Terkait Gedung RSD Jadi 'Rumah' Burung Sriti

BACA JUGA:Proyek Rp61 Juta Tahun 2024 Hingga 2026 Belum Dibayar, Begini Penjelasan Dinas Dikbud

 

“Sebagai Kepala Desa, saya mengucapkan terima kasih kepada GPA Pecinta Alam yang hari ini telah melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove di pantai desa kita. Tentunya kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi desa, khususnya dalam menjaga lingkungan dan kawasan pesisir,” ujarnya.

 

Pemerintah Desa Pondok Kelapa, lanjutnya, mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan.

 

“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan bibit yang sudah ditanam hari ini dapat kita jaga dan rawat bersama, sehingga nantinya bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan desa,” ungkapnya.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kode Etik Pecinta Alam dan doa bersama.

 

Selanjutnya, perwakilan pemerintah daerah, kepolisian, GPA Gendong Adventure, komunitas pecinta alam se-Provinsi Bengkulu, pemerintah desa, dan masyarakat bersama-sama melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove Rhizophora.

 

BACA JUGA:Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur Sejak Tahun 2022, Ayah Tiri Diamankan Polisi

BACA JUGA:Sempat Melawan dengan Sajam, Pelaku Curanmor Dua TKP di Bengkulu Tengah Berhasil Ditangkap

 

Aksi tersebut menjadi simbol kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir Bengkulu Tengah.

 

Lebih dari sekadar peringatan Harlah ke-11, penanaman mangrove diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan pesisir, memulihkan ekosistem, mengurangi ancaman abrasi, serta menjaga ruang hidup masyarakat Desa Pondok Kelapa bagi generasi mendatang.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: