Kadis Dikbud Ingatkan (Lagi) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi di Benteng Patuhi Juknis dan Regulasi
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah tak bosannya mengingatkan seluruh sekolah penerima bantuan revitalisasi agar menggunakan anggaran secara tepat sesuai petunjuk teknis (juknis) dan regulasi yang berlaku agar pembangunan berkualitas serta terhindar dari masalah hukum.
Kepala Dinas Dikbud, Erriyanto menegaskan pekerjaan yang didanai program revitalisasi harus mengutamakan kualitas.
Sebab, fasilitas tersebut akan digunakan dalam jangka panjang oleh guru dan juga peserta didik.
BACA JUGA:PAW Kepengurusan PGRI Pondok Kubang, Micke Oktariana Jadi Ketua
Di sini Erri menekankan masing-masing kepala sekolah memiliki rasa tanggung jawab terhadap realisasi di sekolahnya. Sekalipun program revit ini mendapat pengawalan dan pendampingan hukum secara langsung dari pihak Kejaksaan RI untuk mencegah penyimpangan serta masalah hukum.
"Saya meminta kepada seluruh kepala sekolah agar melaksanakan pembangunan sesuai regulasi dan pedoman teknis, dikerjakan semaksimal mungkin. Revit ini termasuk program strategis nasional, tidak mudah untuk mendapatkannya. Mulai dari contoh kecil, pemasangan papan informasi di lokasi. Jangan sampai lalai. Kewajiban pemasangan papan informasi diatur di dalam juknis," terang Erri.
Hal lain yang seringkali menyulut polemik adalah tidak dilibatkannya warga lokal sebagai pekerja.
BACA JUGA:Golbe Soroti Pelantikan BPD Margo Mulyo dan Taba Jambu Terkesan Lamban
BACA JUGA:Beras Bapang Juli-September Cair, 41 KPM Desa Semidang Terima Bantuan
Disampaikan Erri lebih lanjut, sekolah penerima revit wajib memberdayakan pekerja lokal dalam pelaksanaannya.
Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan bahwa anggaran negara yang digelontorkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, tapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar sekolah.
"Kembali, pentingnya sekolah berkomunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Melalui kades atau perangkatnya pihak sekolah atau panitia pembangunan mendata warga yang memiliki keterampilan bertukang untuk dilibatkan. Bukan saja membantu perekonomian, keterlibatan warga lokal akan menumbuhkan rasa memiliki untuk memastikan bangunan berkualitas lalu berpartisipasi dalam menjaga dan merawat bangunan setelah selesai dibangun," terang Erri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: