Dampak Siltap Berbulan-bulan Nunggak, Kantor Desa di Bengkulu Tengah Sepi dan Layanan Warga Terganggu

Dampak Siltap Berbulan-bulan Nunggak, Kantor Desa di Bengkulu Tengah Sepi dan Layanan Warga Terganggu

ilustrasi--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Terlambatnya pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) bagi perangkat desa di Kabupaten Bengkulu Tengah tidak hanya mengganggu kesejahteraan aparatur desa, melainkan mulai berdampak langsung terhadap pelayanan publik.

 

Imbas penundaan gaji yang berlangsung berbulan-bulan tersebut, sejumlah kantor desa kini dilaporkan jarang buka dan tidak optimal dalam memberikan pelayanan kepada warga.

 

Keluhan tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang warga Bengkulu Tengah, Saidin.

 

BACA JUGA:Pejabat RSD Eksis di Medsos Panen Kritik, GOLBE: Rumah Sakit Bukan Studio TikTok!

BACA JUGA:GOLBE Ultimatum Pemkab Bengkulu Tengah, Minta Kadis Dukcapil Definitif Segera Dilantik

 

Ia mengaku kini semakin kesulitan mengurus berkas administrasi di kantor desa karena kehadiran perangkat desa yang tidak menentu.

 

"Pelayanan sekarang terasa makin sulit. Kantor desa hanya buka di hari-hari tertentu. Itu pun petugasnya sering tidak berada di tempat atau hanya mengandalkan sistem piket bergantian. Kalau kita butuh urusan cepat, terpaksa harus menunggu jadwal mereka masuk atau mendatangi rumah perangkat desa yang bersangkutan," ungkap Saidin, Selasa (4/8/2026).

 

Senada dengan itu, Ruliansyah, warga lainnya, menyebut ada perubahan drastis pada kedisiplinan perangkat desa sejak memasuki tahun 2026.

 

BACA JUGA:Sambut HUT Kemerdekaan RI, Warga Bengkulu Tengah Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus

BACA JUGA:Jangan Ketinggalan! Lomba Solo Song HUT RI dan PPSKBT Bengkulu Tengah Berhadiah, Segera Daftar

 

Jika sebelumnya jam kerja kantor desa berjalan penuh setiap hari kerja, kini aktivitas di balai desa tampak sepi.

 

"Dulu di desa saya mereka selalu masuk kantor penuh. Setiap ada urusan warga pasti cepat diselesaikan. Sekarang justru terkesan enggan masuk kantor. Kemungkinan besar karena hak Siltap atau gaji mereka yang belum kunjung dicairkan," ujar Ruliansyah.

 

Untuk diketahui, hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, pembayaran Siltap bagi perangkat desa di Kabupaten Bengkulu Tengah dikabarkan baru terealisasi beberapa bulan saja.

 

BACA JUGA:Akses Warga ke Lahan Pertanian Sempat Terputus, Jembatan Gantung Rindu Hati Butuh Perbaikan Permanen

BACA JUGA:Aktif Bermedia Sosial, Pejabat RSD Diingatkan Jangan Lupakan Tugas Utama Layani Masyarakat

 

Tersendatnya hak keuangan ini disinyalir menjadi pemicu utama menurunnya motivasi dan kedisiplinan para perangkat desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan di tingkat akar rumput.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: