Akses Warga ke Lahan Pertanian Sempat Terputus, Jembatan Gantung Rindu Hati Butuh Perbaikan Permanen

Akses Warga ke Lahan Pertanian Sempat Terputus, Jembatan Gantung Rindu Hati Butuh Perbaikan Permanen

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Akses menuju lahan pertanian masyarakat di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, sempat terganggu setelah jembatan gantung yang menjadi jalur utama warga mengalami kerusakan beberapa hari lalu.

 

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk menuju kawasan lahan pertanian di ujung desa.

 

Beruntung, kerusakan itu langsung mendapat perhatian dari warga dan para pekerja yang berada di sekitar lokasi dengan melakukan perbaikan secara swadaya agar akses kembali dapat dilalui.

 

BACA JUGA:Aktif Bermedia Sosial, Pejabat RSD Diingatkan Jangan Lupakan Tugas Utama Layani Masyarakat

BACA JUGA:Jalani Perawatan, Bupati hingga Tokoh Masyarakat Berikan Dukungan Moril untuk Kesembuhan Ibunda Wakil Bupati

 

Namun, perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara.

 

Sejumlah masyarakat masih merasa khawatir saat melintasi jembatan tersebut lantaran kondisi jembatan dinilai belum sepenuhnya aman dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

 

Kepala Desa (Kades) Rindu Hati, Amiril Mukminin, S.Sos, membenarkan adanya kerusakan pada jembatan gantung tersebut.

 

Ia menjelaskan, kerusakan terjadi akibat beberapa baut pada bagian penyangga jembatan terlepas sehingga menyebabkan struktur penahan ikut mengalami gangguan.

 

BACA JUGA:Rajin Ngonten di Dunia Maya, Pejabat RSD Diminta Tunjukkan Kinerja Nyata

BACA JUGA:Pelantikan Kadis Dukcapil Bengkulu Tengah Masih Tertunda, BKPSDM Tunggu Pertek

 

"Memang benar beberapa waktu lalu jembatan tersebut sempat ambruk. Namun, pihak pekerja yang berada di ujung sungai langsung melakukan perbaikan seadanya agar jembatan masih bisa dilintasi. Baut dudukannya lepas sehingga penahan jembatan juga ikut terlepas," ujar Amiril.

 

Meski sudah kembali dapat digunakan, Amiril mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati ketika melintasi jembatan, terutama saat membawa beban berat.

 

Ia menyampaikan, berdasarkan informasi dari para pekerja yang melakukan perbaikan, jembatan masih mampu digunakan untuk mengangkut barang.

 

BACA JUGA:Sederet Dugaan Kejanggalan Proyek Rehab Balai Pekik Nyaring Senilai Rp100 Juta

BACA JUGA:Promo Kemerdekaan, LPK Kaizu Hamagi Gakkou Berikan Potongan Biaya Rp2,5 Juta untuk Program N5 dan N4

 

Kendati demikian, kondisi tersebut belum menjadi solusi jangka panjang karena membutuhkan perbaikan secara menyeluruh.

 

"Walaupun sudah diperbaiki, tentu kita tetap harus waspada saat melintas. Para pekerja menyampaikan bahwa jembatan masih aman untuk mengangkut barang, tetapi alangkah lebih baik jika dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh demi menjamin keselamatan masyarakat," pungkasnya.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: