Rajin Ngonten di Dunia Maya, Pejabat RSD Diminta Tunjukkan Kinerja Nyata
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Trend masifnya pejabat ngonten di medsos tidak melulu dipandang positif sebagai bentuk keterbukaan ataupun membangun kedekatan dengan publik, di sisi lain eksistensi pejabat di dunia maya juga mengundang kritikan.
Terlebih pejabat tersebut memangku jabatan vital di fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit.
Semenjak dinahkodai 'bos' baru, jajaran RSD Sungai Lemau Bengkulu Tengah terpantau cukup aktif memanfaatkan medsos.
BACA JUGA:Pelantikan Kadis Dukcapil Bengkulu Tengah Masih Tertunda, BKPSDM Tunggu Pertek
BACA JUGA:Sederet Dugaan Kejanggalan Proyek Rehab Balai Pekik Nyaring Senilai Rp100 Juta
Namun sayang konten-konten yang disajikan tidak sedikit berbau pencitraan, pun juga aktivitas hiburan di lingkungan kerja yang diduga dilakukan pada saat jam kerja pula.
Sejatinya medsos digunakan sebagai sarana komunikasi publik, meliputi penyebaran informasi seputar layanan di RSD, penyerapan aspirasi masyarakat, serta layanan pengaduan.
Saputra, pemuda asal Semidang Lagan mengkritik konten-konten yang menampilkan pejabat RSD, sesekali melibatkan bawahan menimbulkan kesan gimik semata, dimana esensi kerja ikhlas tanpa kamera terabaikan.
BACA JUGA:Promo Kemerdekaan, LPK Kaizu Hamagi Gakkou Berikan Potongan Biaya Rp2,5 Juta untuk Program N5 dan N4
"Kinerja nyata dan konten di media sosial seharusnya berjalan seimbang agar bukti kerja bisa diketahui publik tanpa mengabaikan esensi pekerjaan itu sendiri. Kalau konten-konten yang dibuat pihak rumah sakit sekadar untuk pencitraan atau hiburan iseng-iseng tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Bengkulu Tengah," kritik Saputra.
Warga lainnya, Suardi meminta untuk pimpinan RSD memfokuskan diri bekerja tanpa harus membuat pencitraan di dunia maya. Masyarakat lebih menantikan hasil kerja di dunia nyata.
"Kalau anak-anak muda atau warga biasa tidak masalah, tapi kan ini menyangkut jabatan yang diamanahkan. Menurut kami banyak PR yang harus dibenahi di rumah sakit itu, seluruh lini dituntut kerja fokus yang optimal. Jangan gedung saja yang baru tapi pelayanan belum berubah membaik. Karena hubungannya langsung dengan kesehatan masyarakat, tidak bisa hanya sekadar ngonten," ungkap Suardi.
BACA JUGA:Dampak El Nino Mengancam, Kapolres dan Bupati Minta Warga Waspada Puntung Rokok dan Api Sampah
BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Warga Sidodadi Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp90 Juta
Rian menilai boleh-boleh saja seorang ASN termasuk pejabat menggunakan media sosial, asalkan hanya sebagai sarana edukasi atau penyebarluasan informasi yang bermanfaat, dalam hal ini seputar kesehatan atau layanan.
"Tapi kalau tujuannya hanya sekedar hiburan mengikuti trend tentu harus dipikirkan dampaknya pada opini publik. Marwah rumah sakit harus diutamakan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: