Sederet Dugaan Kejanggalan Proyek Rehab Balai Pekik Nyaring Senilai Rp100 Juta

Sederet Dugaan Kejanggalan Proyek Rehab Balai Pekik Nyaring Senilai Rp100 Juta

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pekerjaan rehab balai posyandu di Dusun IV Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa belakangan menuai sorotan tajam sejumlah kalangan.

 

Ini tak lepas dari sederet dugaan kejanggalan proyek senilai Rp100 juta yang dihimpun di lapangan.

 

Dugaan kejanggalan dimaksud salah satunya terlihat papan informasi proyek, dimana tertulis di situ pembangunan rehab balai dusun IV.

 

BACA JUGA:Promo Kemerdekaan, LPK Kaizu Hamagi Gakkou Berikan Potongan Biaya Rp2,5 Juta untuk Program N5 dan N4

BACA JUGA:Bakal Dihadiri PWI Pusat dan Forkopimda, PWI Bengkulu Targetkan Pelantikan Dijadwalkan September 2026

 

Tidak terinci bahwa balai tersebut untuk posyandu. Kemudian pada item waktu pelaksanaan, hanya tertulis selama 3 bulan.

 

Tidak dijelaskan dimulai sejak bulan apa dan berakhir di bulan apa.

 

Dugaan kejanggalan lain, info terhimpun bahwa pekerjaan berupa pembongkaran sudah dimulai pada 2025 lalu.

 

Padahal anggaran baru tersedia di 2026. Kemudian pekerjaan yang hingga kini belum tuntas alias mangkrak padahal versi pihak BPD jangka waktu pelaksanaan sudah melewati 3 bulan.

 

BACA JUGA:Dampak El Nino Mengancam, Kapolres dan Bupati Minta Warga Waspada Puntung Rokok dan Api Sampah

BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Warga Sidodadi Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp90 Juta

 

Disebut-sebut  juga bahwa dana untuk pekerjaan sudah cair.

 

Bukan hanya BPD yang geram dan berencana menyurati Inspektorat juga Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan, aktivis GOLBE tak kalah meradang.

 

Hasnul Effendi selaku Koordinator GOLBE kembali mendesak untuk inspektorat dan APH turun tangan.

 

"Sampai saat ini kami masih menunggu respon Dinas PMD dan Inspektorat untuk turun mengaudit anggaran yang dikelola oleh Pemerintah Desa Pekik Nyaring, bukan hanya proyek rehab balai saja tapi keseluruhan. Sebab ini terindikasi terjadi penyimpangan," kata Fendi.

 

BACA JUGA:Catut Nama Warga Desa Harapan, Dua Pemuda Diamankan Usai Diduga Edarkan Proposal Pungli

BACA JUGA:Gencar Imbau Warga Taat Pajak, 751 Kendaraan Dinas di Bengkulu Tengah Malah Nunggak Pajak!

 

"Proyek rehab balai ini saja terkesan dibiarkan berlarut-larut padahal informasinya anggaran sudah cair, bagaimana dengan pelaksanaan program lainnya yang ada di desa. Kami juga meminta kepada APH turun melakukan penyelidikan," tutup Fendi.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: