Eks Lahan HGU hingga Lapangan Kerja Jadi Bahasan Utama Ngopi Pagi Besame

Eks Lahan HGU hingga Lapangan Kerja Jadi Bahasan Utama Ngopi Pagi Besame

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Optimalisasi lahan eks Hak Guna Usaha (HGU), pengembangan destinasi wisata, hingga pemberdayaan masyarakat untuk membuka lapangan kerja menjadi isu strategis yang mengemuka dalam forum Ngopi Pagi Besame yang digelar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah di Aula Pendopo Bukit Kandis, Kamis (30/7/2026).

 

Forum tersebut menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta puluhan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk merumuskan gagasan pembangunan daerah.

 

Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkulu Tengah itu dihadiri langsung Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., jajaran Forkopimda, serta 23 organisasi kemasyarakatan dan LSM yang aktif di Kabupaten Bengkulu Tengah.

 

BACA JUGA:Ngopi Pagi Besame, Bupati Bengkulu Tengah Rangkul Ormas dan LSM Bangun Daerah

BACA JUGA:Tudingan Proyek Tak Sesuai RAB Ditepis, Kades: Jangankan Lapen, Aspal Hotmix Saja Bisa Berlubang!

 

Dalam sambutannya, Bupati Rachmat Riyanto mengatakan forum tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah bertukar pikiran dan menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat guna mendukung pembangunan daerah.

 

"Ngopi Pagi Besame ini menjadi wadah kita bersilaturahmi sekaligus berdiskusi. Forkopimda menyampaikan berbagai isu terkini, saya juga menyampaikan program-program pemerintah serta mengharapkan dukungan dari seluruh organisasi yang hadir. Melalui pertemuan ini kita ingin menyatukan langkah untuk mewujudkan Bengkulu Tengah yang bergerak, berdampak, dan berbinar," ujar Rachmat.

 

Berbagai persoalan strategis menjadi pembahasan dalam forum tersebut.

 

BACA JUGA:Proyek Posyandu Pekik Nyaring Terancam Dibawa ke Jaksa, Ini Pasal Tipikor dan Sanksi yang Mengintai

BACA JUGA:Sambut Program SMK Go Global, Bupati Rachmat Sebut Ada Peluang Puluhan Ribu Kuota Kerja Luar Negeri

 

Mulai dari pembangunan infrastruktur, pemanfaatan lahan eks HGU, pengembangan sektor pariwisata, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

 

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah pemanfaatan lahan eks HGU yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah.

 

Namun, menurut Bupati, hingga kini pemerintah daerah masih terkendala regulasi sehingga belum dapat mengoptimalkan kawasan tersebut.

 

BACA JUGA:Proyek Posyandu Rp100 Juta Diduga Mangkrak, GOLBE Desak Kejaksaan dan Inspektorat Audit Pemdes Pekik Nyaring

BACA JUGA:Diduga Tak Sesuai RAB, Proyek Jalan Lapen di Salah Satu Desa Kecamatan Pondok Kubang Disorot

 

"Tentang eks lahan HGU memang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kami sudah berupaya mencari solusi, tetapi masih terbentur regulasi karena kewenangan pemberian izin pemanfaatan berada di Kementerian ATR/BPN. Selama rekomendasi belum diberikan, maka pemerintah daerah belum bisa memanfaatkan lahan tersebut," jelasnya.

 

Selain membahas pemanfaatan lahan, peserta forum juga menyampaikan berbagai usulan terkait pengembangan potensi wisata daerah, pemberdayaan pelaku usaha lokal, hingga strategi menciptakan peluang kerja baru sebagai langkah menekan angka pengangguran di Kabupaten Bengkulu Tengah.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkulu Tengah, Tandri Donin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat.

 

BACA JUGA:Laporan 12 Desa Pondok Kubang Masih Berproses, Inspektorat Susun Skema Pemeriksaan

BACA JUGA:14 Calon Perangkat Desa Digembleng, DPMD Bengkulu Tengah Perkuat Pemahaman Tupoksi

 

"Kegiatan ini menjadi wadah bagi kita semua untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, dan membangun sinergi dalam mewujudkan Bengkulu Tengah yang bergerak, berdampak, dan berbinar," tutup Tandri.

 

Melalui forum dialog yang berlangsung hangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap berbagai gagasan dan masukan dari Ormas, LSM, maupun Forkopimda dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: