Empat Kasus Tercatat di Pagar Jati, DP3AP2KB Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

Empat Kasus Tercatat di Pagar Jati, DP3AP2KB Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

Kepala Dinas P3AP2KB Benteng, Gunawan Suryadi, S. Sos., M.AP----

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan hingga ke tingkat desa.

 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas kepala desa, kader, dan organisasi perempuan agar mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta perlindungan bagi korban kekerasan.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bengkulu Tengah di Kecamatan Pagar Jati.

 

BACA JUGA:Sempat Mangkrak dan Beda Keterangan, Kontraktor Janji Lanjutkan Rehab Balai Posyandu Pekik Nyaring

BACA JUGA:Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemkab Bengkulu Tengah Tanam 1.000 Bibit dan Lepas 100 Tukik

 

Kegiatan tersebut diikuti para kepala desa, kader keluarga berencana (KB), serta perwakilan organisasi perempuan.

 

Turut hadir Camat Pagar Jati Dewi Anggraini, S.Pd., M.Si., Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bengkulu Tengah Ipda Yulian Apandi, S.H., Kapolsek Pagar Jati Ipda Fery Jaludin, S.Sos., serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

 

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP., didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dr. Anggaria, menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran yang sangat strategis dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan melalui edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

 

BACA JUGA:Keluhan Warga Direspon, Kepala Puskesmas Pastikan Lampu Penerangan Segera Dipasang

BACA JUGA:Dua Desa di Semidang Lagan Diinvestigasi Inspektorat, Dugaan Penyimpangan DD Mulai Didalami

 

Menurutnya, sosialisasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai dampak dan upaya pencegahan kekerasan, tetapi juga membangun jejaring penanganan apabila terjadi kasus di tengah masyarakat.

 

"Melalui sosialisasi ini, selain memberikan edukasi mengenai dampak dan langkah-langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan, kami juga membangun jejaring penanganan dan pendampingan apabila terjadi kasus kekerasan," ujar Gunawan.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki DP3AP2KB, di wilayah Kecamatan Pagar Jati telah tercatat empat laporan kasus kekerasan terhadap perempuan.

 

BACA JUGA:Pimpinan Ombudsman RI Audiensi dengan Pemkot Bengkulu, Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Publik

BACA JUGA:Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Bupati Rachmat Tegaskan Pelayanan Publik Jadi Prioritas

 

Namun demikian, jumlah tersebut diyakini belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena masih banyak korban yang memilih tidak melapor.

 

Oleh sebab itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman mengenai hak-hak korban, mekanisme pelaporan, serta perlindungan hukum agar tidak takut mencari bantuan ketika mengalami tindak kekerasan.

 

"Kami berharap masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan untuk mencegah kekerasan. Apabila menjadi korban, masyarakat juga harus mengetahui ke mana harus melapor dan tidak perlu takut karena ada perlindungan hukum yang diberikan," jelasnya.

 

BACA JUGA:ICAK-ICAK Band Hibur Pengunjung, Malam Berbinar Jadi Ajang Kebersamaan

BACA JUGA:Bupati Rachmat Riyanto Perkuat Sinergi, Terima Audiensi DPC PPP dan Bapas Kelas I Bengkulu

 

Gunawan menambahkan, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

 

Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, aparat kepolisian, tenaga psikolog, organisasi perempuan, hingga instansi terkait agar korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh.

 

"Kami terus menjalin kerja sama dengan kepolisian, psikolog, organisasi perempuan, serta pemerintah desa agar penanganan dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dapat dilakukan secara maksimal," pungkas Gunawan.

 

BACA JUGA:Maroba Berbinar Perlu Dibenahi, Ketua DPRD Soroti Keamanan dan Arus Lalu Lintas

BACA JUGA:Bergulir Mulai September, Kemendikdasmen Tambah 8 SD Penerima Revitalisasi di Bengkulu Tengah

 

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kabupaten Bengkulu Tengah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan terus meningkat.

 

Peran aktif pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: