Hati-Hati Penipuan, Akun Medsos Palsu Mengatasnamakan Kepala BKPSDM Bengkulu Tengah Beredar
Rahmat Apriadi, S.STP, M.E., Kepala BKPSDM Bengkulu Tengah–--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bengkulu Tengah, Rahmat Apriadi, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan dirinya melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
Imbauan tersebut disampaikan setelah beredarnya akun WhatsApp dan Facebook palsu yang menggunakan identitas Rahmat Apriadi untuk menghubungi sejumlah pihak.
Modus tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh kepercayaan calon korban sebelum melancarkan aksi penipuan.
BACA JUGA:Sempat Dikira Mangkrak, Pembangunan Gedung KDKMP Linggar Galing Kembali Berlanjut
BACA JUGA:Gedung KDMP di Dua Desa Ini Dinilai Kurang Strategis, Berada di Area Sawah dan Perkebunan
Rahmat mengaku telah menerima laporan terkait aktivitas akun palsu tersebut dari beberapa pihak, termasuk pejabat daerah dan tenaga kesehatan di Bengkulu Tengah.
“Benar, ada pihak yang mengatasnamakan saya. Bukan hanya menggunakan WhatsApp, tetapi juga akun Facebook. Saya belum mengetahui secara pasti siapa saja yang telah dihubungi, namun saya menerima laporan dari Asisten II dan pegawai puskesmas,” ujar Rahmat Apriadi, Senin (1/6/2026).
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan resmi mengenai korban yang mengalami kerugian akibat ulah pelaku.
Kendati begitu, ia berharap tidak ada ASN maupun masyarakat yang terjebak oleh modus tersebut.
BACA JUGA:LSM Pro Jamin Soroti Acara Pelepasan Siswa, Minta Tidak Ada Pungutan Memberatkan
“Sejauh ini belum ada informasi adanya korban. Kita tentu berharap tidak ada masyarakat maupun ASN yang dirugikan,” katanya.
Rahmat menjelaskan, pelaku diduga sengaja memanfaatkan identitas pejabat publik untuk memperoleh kepercayaan dari calon korban.
Karena itu, ia meminta masyarakat agar tidak langsung percaya apabila menerima pesan atau permintaan tertentu yang mengatasnamakan dirinya.
“Untuk seluruh ASN di Bengkulu Tengah maupun masyarakat lainnya, saya mengingatkan agar tidak merespons pihak yang mengatasnamakan saya, apalagi jika sampai meminta transfer uang atau bantuan dalam bentuk apa pun. Itu jelas merupakan penipuan,” tegasnya.
BACA JUGA:Gaji Pekerja Outsorcing di Bengkulu Tengah Dikabarkan Berkisar Rp800 Ribu- Rp1.000.000 di Bawah UMR
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terlebih dahulu apabila menerima pesan mencurigakan dari nomor atau akun yang tidak dikenal.
Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari kerugian akibat maraknya modus penipuan digital yang saat ini semakin beragam.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap masyarakat semakin bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun aplikasi komunikasi digital, terutama ketika menerima pesan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah atau tokoh tertentu.
“Jangan mudah percaya dengan permintaan yang disampaikan melalui pesan singkat. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban penipuan,” tutup Rahmat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: