Dugaan Keracunan MBG Jadi Sorotan, Aktivis Minta Seluruh Dapur SPPG Bengkulu Tengah Disidak
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Dugaan keracunan yang dialami sejumlah pelajar usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Talang Empat terus menjadi perhatian publik di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah hasil uji laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menyatakan sampel ayam goreng kunyit kemangi mengandung bakteri Staphylococcus aureus melebihi ambang batas aman.
Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah aktivis dan lembaga swadaya masyarakat mendesak pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh dapur SPPG yang masih aktif beroperasi.
BACA JUGA:Dewan Kehormatan PWI Pusat Soroti Peran Kominfo, Minta Aktif Rangkul Media
BACA JUGA:Sunda Kelapa Residence Gelar Senam Sehat dan Servis Motor Gratis untuk Warga
Aktivis LSM Golbe Bengkulu, Hasnul Efendi menilai langkah pengawasan menyeluruh perlu segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kita tidak ingin kejadian seperti di Kecamatan Talang Empat kembali terjadi. Pemkab Bengkulu Tengah bersama tim satgas dan BGN perlu melakukan sidak ke seluruh dapur SPPG guna memastikan operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Hasnul.
Hal senada disampaikan Ketua Bencoolen Corruption Watch (BCW) Provinsi Bengkulu, Yasmidi. Menurutnya, sidak penting dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
BACA JUGA:Harga Sawit Bengkulu Tengah Anjlok hingga Rp600 per Kg, Dinas Pertanian Turun Tangan
BACA JUGA:GOLBE Koordinasi ke Polres Benteng, Siap Demo Jika Kasus Dugaan Honorer Fiktif Mandek
“Sidak perlu dilakukan agar seluruh proses benar-benar sesuai prosedur dan standar keamanan pangan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, pembina Ormas dan LSM Bengkulu, Japri Daud atau yang akrab disapa Pak Kumis menegaskan pengawasan tidak hanya difokuskan pada pengolahan makanan, tetapi juga harus mencakup kebersihan dapur, distribusi makanan hingga legalitas operasional dapur SPPG.
“Kami menunggu komitmen pemerintah untuk memperketat pengawasan program MBG agar benar-benar aman dan memberikan manfaat bagi para siswa di Bengkulu Tengah,” tegas Japri Daud.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: