Jejak Poyang Rajo Mudo hingga Wisata Ikan Larangan, Mahasiswa MIKOM UNIB Bedah Potensi Desa Taba Lubuk Puding
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Desa Taba Lubuk Puding Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma menjadi lokasi praktik penelitian lapangan mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) FISIP Universitas Bengkulu (UNIB) pada Sabtu 9 Mei 2026.
Desa yang menyimpan sejarah leluhur, budaya silat tradisional hingga wisata alam itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Kegiatan yang dilaksanakan 26 mahasiswa-mahasiswi MIKOM angkatan 16 bersama sejumlah dosen dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Bengkulu itu merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif yang diampu Dr. Alfarabi, MA.
BACA JUGA:Bupati Rachmat Sambut Positif Audisi Film Lokal dan Keberangkatan Pramuka ke Cibubur
BACA JUGA:Penyelidikan Pengadaan Lampu Berbinar di Bengkulu Tengah Didalami, Polisi Jadwalkan Gelar Perkara
Para mahasiswa turun langsung menggali potensi desa, mulai dari sejarah leluhur, tradisi budaya, hingga potensi wisata berbasis alam dan kearifan lokal.
Salah satu fokus penelitian ialah keberadaan makam leluhur Poyang Rajo Mudo yang dipercaya masyarakat sebagai panglima perang dari Kerajaan Selebar.
Jejak sejarah tokoh tersebut hingga kini masih dijaga dan diwariskan melalui Perguruan Silat Serawai Rajo Mudo yang berkembang di desa tersebut.
Perguruan silat itu dipimpin Aswan, yang juga menjadi guru silat bagi generasi muda setempat.
BACA JUGA:Banyak OPD Tak Capai 75 Persen Kehadiran Malam Berbinar, Pemkab Keluarkan Surat Teguran
BACA JUGA:Bengkulu Tengah Perkuat Layanan Kesehatan, RSD Sungai Lemau Hadirkan CT-Scan dan Fasilitas Jantung
Bagi masyarakat Desa Taba Lubuk Puding, warisan budaya tersebut bukan sekadar seni bela diri, melainkan bagian penting dari identitas dan sejarah desa.
Selain nilai sejarah dan budaya, desa ini juga memiliki potensi wisata alam yang cukup menarik. Mulai dari wisata tubing sungai, air terjun alami, hingga keberadaan ikan larangan atau ikan semah yang dianggap keramat dan dijaga masyarakat secara turun-temurun.
Kepala Program Studi MIKOM UNIB, Dr. Dhanurseto Hadiprashada, M.Si mengatakan, praktik lapangan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengkaji potensi komunikasi pariwisata dan budaya di tengah
masyarakat.
BACA JUGA:Derita Sakit Pada Kaki, Baznas Bengkulu Tengah Bantu Biaya Operasi Adli Riqki Warga Merigi Sakti
BACA JUGA:Bangunan RKB TK Sayang Bunda Retak, Penyedia Janji Perbaikan Mulai Senin
“Desa Taba Lubuk Puding memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang sangat menarik untuk diteliti. Ada nilai-nilai lokal yang masih hidup dan dijaga masyarakat, mulai dari jejak sejarah Poyang Rajo Mudo, perguruan silat tradisional, hingga wisata alam yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya,” ujar Dhanurseto.
Ia menambahkan, kegiatan lapangan seperti ini penting untuk membangun kemampuan mahasiswa dalam melakukan riset langsung serta memahami pola komunikasi masyarakat desa dalam menjaga warisan budaya dan potensi wisatanya.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu melihat realitas sosial dan budaya secara langsung. Potensi seperti ini sangat penting untuk diangkat agar lebih dikenal luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Taba Lubuk Puding, Untung Putra Jaya menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa MIKOM UNIB tersebut.
BACA JUGA:Idul Adha 2026, Bengkulu Tengah Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Berbobot 850 Kg
BACA JUGA:Jadi Anggota DPRD Bengkulu Tengah, Ahmad Sarkowi Prioritaskan Infrastruktur dan Aspirasi Warga
Menurutnya, penelitian dan publikasi yang dilakukan akademisi dapat membantu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
“Kami sangat senang desa kami menjadi lokasi penelitian mahasiswa pascasarjana UNIB. Desa ini memang memiliki sejarah panjang dan potensi wisata yang masih alami. Mulai dari makam Poyang Rajo Mudo, wisata tubing sungai, air terjun, hingga ikan larangan yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat,” kata Untung.
Ia berharap, hasil penelitian tersebut nantinya dapat menjadi bahan pengembangan wisata desa sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata lokal.
BACA JUGA:1.382 Pelajar SMA/SMK di Bengkulu Tengah Lulus, Sekolah Tekankan Kelulusan Tanpa Euforia Berlebihan
BACA JUGA:Atlet Cilik SDN 63 Bengkulu Tengah Borong Emas, Dapat Apresiasi Bupati hingga Kapolres
“Harapan kami tentu potensi ini semakin dikenal dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi warga,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: