Bengkulu Tengah Bidik PAD dari Pariwisata, Legalitas Lahan Jadi Sorotan

Bengkulu Tengah Bidik PAD dari Pariwisata, Legalitas Lahan Jadi Sorotan

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mulai mematangkan strategi pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

 

Rapat tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan potensi wisata secara terarah dan berkelanjutan.

 

Pemerintah daerah menilai sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat identitas daerah.

 

BACA JUGA:Dikritik Soal Rangkap Jabatan, Ini Penjelasan Plt Dirut RSUD Bengkulu Tengah

BACA JUGA:Kasus Dugaan Keracunan MBG, Bupati Minta Publik Bersabar Tunggu Hasil BPOM

 

Namun demikian, pengembangan pariwisata dinilai tidak bisa dilakukan secara optimal tanpa kejelasan status kepemilikan lahan dan aset destinasi wisata.

 

Permasalahan legalitas menjadi fokus utama sebelum langkah pengembangan dilakukan lebih lanjut.

 

Untuk itu, pemerintah daerah berencana melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh potensi wisata yang ada, baik wisata alam, budaya, maupun potensi lainnya.

 

Langkah ini diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan yang lebih komprehensif.

 

BACA JUGA:Pengurus FKUB Bengkulu Tengah Tergabung Parpol, Begini Tanggapan Sekretaris FKUB Prov

BACA JUGA:Karut-marut Seragam Olahraga Guru: Dinas Siapkan Panggilan ke-2, Dewan Dituding ‘Macan Ompong’

 

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST, MAP menegaskan bahwa kejelasan status aset merupakan fondasi utama dalam pengembangan pariwisata daerah.

 

“Kami ingin seluruh potensi wisata di Bengkulu Tengah terdata dengan baik. Namun yang paling penting saat ini adalah memastikan kejelasan status asetnya terlebih dahulu. Jika statusnya sudah jelas, maka pemerintah bisa menyusun langkah pengembangan secara terarah agar destinasi wisata ini benar-benar menjadi andalan daerah dan meningkatkan PAD,” ujar Rachmat.

 

Ia menambahkan, setelah status kepemilikan aset dipastikan, pemerintah akan membentuk tim kecil untuk menelusuri legalitas aset sebelum diserahkan ke Dinas Pariwisata guna menyusun strategi pengembangan.

 

“Wisata bukan hanya soal pendapatan daerah, tetapi juga menjadi identitas Bengkulu Tengah. Kita ingin memiliki destinasi unggulan yang dikenal luas dan mampu menarik wisatawan,” tambahnya.

 

BACA JUGA:Pimpin Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026, Kapolda Bengkulu Beri Penghargaan kepada Polres Berprestasi

BACA JUGA:Hari ke-7 Operasional Haji: 34.657 Jemaah Diberangkatkan, 30.611 Jemaah Telah Tiba di Medinah

 

Dalam rapat tersebut, sejumlah potensi unggulan turut dipaparkan. Di sektor wisata alam, Bengkulu Tengah memiliki daya tarik seperti Rafflesia arnoldii, Pantai Danau Gedang, Sungai Suci, Taman Hutan Raya Rajo Lelo, serta Bukit Kandis.

 

Selain itu, potensi wisata desa dan budaya juga berkembang di Desa Rindu Hati dan Desa Penembang yang menawarkan pengalaman berbasis kearifan lokal.

 

Di sektor kuliner, daerah ini dikenal dengan sajian khas seperti ikan tempoyak dan ikan kelapa bambu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

 

Sementara pada sektor ekonomi kreatif, terdapat produk unggulan seperti batik Sungai Lemau serta olahan jeruk kalamansi yang berpotensi dikembangkan sebagai ikon daerah.

 

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Tengah Bakal Sesuaikan Anggaran Belanja Rutin, Tindak Lanjuti SE Mendagri

BACA JUGA:Mantan Ketua PGRI Prov Sesalkan Oknum Pejabat Dinas Dikbud Bengkulu Tengah Jarang Ngantor

 

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap seluruh potensi pariwisata dapat dikelola secara optimal, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: