Gedung KDMP di Dua Desa Ini Dinilai Kurang Strategis, Berada di Area Sawah dan Perkebunan
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, terus berjalan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.
Namun, lokasi pembangunan di dua desa, yakni Desa Pekik Nyaring dan Desa Sidorejo, mulai menjadi sorotan masyarakat karena dinilai kurang strategis.
Kedua bangunan KDMP tersebut diketahui berdiri di kawasan yang berada di dekat perbatasan desa, serta dikelilingi area perkebunan dan persawahan.
Kondisi itu membuat keberadaan bangunan tidak mudah terlihat dari jalan utama maupun pusat aktivitas masyarakat.
BACA JUGA:LSM Pro Jamin Soroti Acara Pelepasan Siswa, Minta Tidak Ada Pungutan Memberatkan
Salah seorang warga Desa Pekik Nyaring, Jumiati, mengaku lokasi gedung koperasi cukup jauh dari permukiman warga sehingga dikhawatirkan kurang optimal ketika mulai dioperasikan.
“Kalau melihat lokasinya memang tidak terlalu terlihat dari jalan utama. Jadi orang yang melintas belum tentu mengetahui kalau di sana ada bangunan KDMP,” ujarnya saat ditemui di sekitar area persawahan.
Menurutnya, apabila koperasi nantinya difungsikan sebagai pusat pelayanan ekonomi masyarakat, maka lokasi yang mudah dijangkau tentu akan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga.
“Kalau lokasinya dekat dengan pusat aktivitas masyarakat tentu akan lebih ramai dan lebih mudah dimanfaatkan warga,” tambahnya.
BACA JUGA:Gaji Pekerja Outsorcing di Bengkulu Tengah Dikabarkan Berkisar Rp800 Ribu- Rp1.000.000 di Bawah UMR
Sementara itu, Camat Pondok Kelapa, Ridulima, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan KDMP dilakukan berdasarkan ketersediaan lahan yang dimiliki masing-masing desa.
Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia mengungkapkan, dari 17 desa di Kecamatan Pondok Kelapa, masih terdapat tujuh desa yang hingga kini belum memiliki lahan yang memenuhi syarat untuk pembangunan gerai KDMP.
“Ada dua gerai yang sudah selesai dibangun dan enam lainnya masih dalam proses pengerjaan. Memang ukuran dan ketersediaan lahan menjadi prioritas utama dalam pembangunan gerai KDMP. Meski ada lokasi yang dinilai kurang strategis, penentuan titik pembangunan tetap telah sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Ridulima.
Ketujuh desa yang masih terkendala lahan tersebut yakni Desa Harapan, Padang Betuah, Panca Mukti, Bintang Selatan, Pagar Dewa, Talang Beringin, dan Kembang Ayun.
BACA JUGA:WFH ASN Setiap Jumat Lanjut 2 Bulan Lagi, Menpan RB Beri Catatan
BACA JUGA:Nama Unik, Semangat Besar! Icak-Icak Band Siap Ramaikan Dunia Musik Benteng
Ridulima menambahkan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar seluruh desa dapat merealisasikan pembangunan KDMP sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Kami terus berupaya mencari solusi terkait keterbatasan lahan agar program ini dapat dirasakan seluruh masyarakat di Kecamatan Pondok Kelapa,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: