Dugaan Perundungan Pelajar SD di Bengkulu Tengah, Keluarga Bakal Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Perundungan Pelajar SD di Bengkulu Tengah, Keluarga Bakal Tempuh Jalur Hukum

ilustrasi--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Polemik dugaan perundungan terhadap seorang pelajar salah satu SD di Bengkulu Tengah dipastikan akan berlanjut ke pihak berwenang.

 

Keluarga korban menilai proses mediasi yang telah dilakukan bersama pihak sekolah belum menghasilkan solusi terbaik.

 

Selain mempertanyakan penanganan sekolah, pihak keluarga juga menyoroti adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oknum guru setelah proses mediasi berlangsung.

 

Kuasa pendamping keluarga korban, W. Al Aqbar, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan persoalan tersebut ke Inspektorat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah.

 

BACA JUGA:Kepala Sekolah Buka Suara soal Dugaan Perundungan Pelajar SD di Bengkulu Tengah, Mediasi Berlangsung Tegang

BACA JUGA:Kadis Disperindagkop UKM Benteng Akui Ikut Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Pasar Renah Semanek

 

“Ketika di hari kedua mediasi pihak wali murid terduga pelaku perundungan tidak hadir sama sekali, kami menilai mereka tidak menghargai pihak sekolah. Karena belum ada kepastian penyelesaian, kami akan meminta Inspektorat dan dinas terkait turun tangan,” ujar Aqbar.

 

Menurutnya, upaya penyelesaian secara persuasif yang dilakukan keluarga justru tidak mendapat respons maksimal.

 

“Permohonan kami secara baik-baik terkesan dianggap remeh dan dikesampingkan,” katanya.

 

Aqbar juga mempertanyakan keterlibatan seorang guru olahraga honorer dalam mediasi tersebut. Ia mengaku keberadaan guru tersebut justru memperkeruh suasana.

 

BACA JUGA:Pemkab Kecolongan! Ada Mobil Dinas Diduga Disalahgunakan: Terparkir di Rumah Warga, Nopol Dihitamkan

BACA JUGA:Sanksi Menanti! Evaluasi ASN Bengkulu Tengah Tak Disiplin, Sekda Bentuk Tim Pemeriksa

 

“Setelah mediasi terakhir ada oknum guru olahraga berstatus honorer yang diduga memberikan kalimat intimidasi kepada kami di luar sekolah. Beliau menyebut masalah ini belum selesai. Tentu kalimat itu menimbulkan banyak tafsir dan kami mempertanyakan apakah layak seorang guru berbicara seperti itu,” tambahnya.

 

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Dikbud Bengkulu Tengah, Sri Rusniati, S.E., M.E., membenarkan masih ada tenaga honorer yang ditempatkan di sekolah-sekolah, termasuk guru olahraga.

 

“Honorer memang masih ada karena sebelumnya tidak semuanya terangkat PPPK atau mungkin belum memenuhi syarat,” ujarnya.

 

Terkait dugaan perundungan tersebut, Sri memastikan pihak Dikbud akan turun langsung ke sekolah untuk mencari informasi lebih lanjut.

 

BACA JUGA:Sejumlah PPPK Paruh Waktu Belum Terima Gaji, Ini Penjelasan Sekda

BACA JUGA:Camat Semidang Lagan Jadi Imam Sholat Idul Adha di Desa Padang Siring, Warga Terima Bantuan Sapi Kurban

 

“Saya akan mendatangi sekolah terkait polemik ini, termasuk mencari solusi terbaik dan memastikan sekolah memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” tutup Sri.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: