Kepala Sekolah Buka Suara soal Dugaan Perundungan Pelajar SD di Bengkulu Tengah, Mediasi Berlangsung Tegang
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Kasus dugaan perundungan terhadap seorang pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bengkulu Tengah terus menjadi perhatian.
Setelah sebelumnya wali murid mendatangi sekolah untuk mempertanyakan penanganan dugaan perundungan tersebut, pihak sekolah akhirnya turut memberikan tanggapan terkait persoalan yang terjadi.
Kepala sekolah terkait mengakui dirinya didatangi oleh pihak keluarga siswa yang didampingi seorang kerabat yang berprofesi sebagai advokat selama dua hari berturut-turut.
BACA JUGA:Pemkab Kecolongan! Ada Mobil Dinas Diduga Disalahgunakan: Terparkir di Rumah Warga, Nopol Dihitamkan
Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas dugaan perundungan yang dialami salah seorang siswa di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ibu korban bersama kakek siswa datang ke sekolah pada Senin 25 Mei 2026 untuk meminta penjelasan terkait dugaan tindakan perundungan yang disebut dialami anak tersebut.
“Kedatangan mereka kami terima dengan baik di ruangan. Mediasi awalnya berlangsung dengan tenang. Kami sempat berdiskusi dan bertanya,” ujar kepala sekolah.
Namun, suasana mediasi disebut berubah menjadi kurang kondusif hingga membuat sejumlah guru merasa takut dan tertekan.
BACA JUGA:Sejumlah PPPK Paruh Waktu Belum Terima Gaji, Ini Penjelasan Sekda
BACA JUGA:Sanksi Menanti! Evaluasi ASN Bengkulu Tengah Tak Disiplin, Sekda Bentuk Tim Pemeriksa
“Tiba-tiba suasana menjadi tegang dan nada tinggi yang dikeluarkan membuat guru takut. Keesokan harinya situasi serupa kembali terjadi. Jadi belum menghasilkan solusi dari persoalan ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd., M.AP., memastikan pihaknya segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan pendalaman terhadap seluruh pihak yang berkaitan.
Menurutnya, Dinas Dikbud dalam waktu dekat akan turun langsung ke sekolah guna menghimpun keterangan dari pihak sekolah, siswa, maupun wali murid yang terlibat dalam persoalan tersebut.
“Sebagai langkah dan upaya mitigasi terhadap persoalan yang terjadi, kami akan melakukan pendalaman dengan mengambil keterangan pihak terkait sebagai tindak lanjut,” ujar Erriyanto.
BACA JUGA:Golbe Kawal Penanganan Dugaan Korupsi Proyek Pasar, Kadis Beberkan Alasan Tak Berada di Kantor
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan persuasif dan kolaboratif, sehingga suasana belajar di sekolah tetap aman dan nyaman bagi anak-anak,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: